dua hati jadi satu ..
pernyataan yang sebelumnya tabu menjadi biasa
sesuatu yang sebelumnya tak dipercaya..
kini menjadi nyata..
CINTA.. dia lah yang membawa perbedaan itu..
awalnya tak ada rasa, hanya loncatan pikiran2 yang tak terdengar..
awalnya .. bukan sesuatu yang disadari..
hanya nyaman dan senang yang mengiringi..
tapi WAKTU...dia yang mengambil peran..
waktu membiarkan dua hati, dua kepala, dua ego..
bersatu, menyatu dan menyatakan diri dalam cinta..
tak ingin pisah, ingin selamanya ada, ingin kekal..
walau tak mungkin, walau tak mudah..
walau tahu akan ada kata pisah...
tapi cinta telah terucap, nekat pula untuk berjanji..
nekat untuk berjuang, nekat untuk melawan..
TAKDIR... sesuatu yang tak bisa dilawan...
takdir yang mempertemukan..
takdir yang menyatukan...
takdir yang membawa rasa itu..
membawa kenangan manis, menemani suka cita.. BERSAMA..
tapi dia juga yang membawa masalah...
dia juga yang menentang kita...
dia yang membuat kita berbeda arah..
dia lah yang memisahkan..
semua di bawa oleh takdir, itu yang mereka katakan...
ini semua sudah suratan -Nya
tapi aku dan dia, apa peran kami???
peran KITA???
"kita"kata saat masih berdua...
apa kita tak pernah salah...
bukan kah kita yang bertengkar..
bukan kah kita yang tak bisa memahami, mentolerir...
bukan kah kita yang BERBEDA...
bukan kah kita yang memilih...
apa setelah semua itu, ini masih salah takdir???
bukan kah dia hanya melihat. berusaha mengawal kita dijalannya..
tidak mengatakan apa2 sebelum semua terjadi..
tidak juga berkata saat semua muncul...
tidak juga berkata saat kita memilih berpisah...
apa ini masih salah takdir????
biar dia yang menjawab..
kali ini aku akan hanya diam..
hanya akan menutup mata..
membiarkan takdir membawa ku...
aku akan mendengarkannya..
akan mengikutinya..
kali ini biar dia yang memilihkan...
biar seperti ini dulu..
sejumlah kisah sehari-hari dengan tawa tanpa henti. memetik makna dari sepenggal peristiwa, manis walau kadang membawa tangis.
Selasa, 23 Oktober 2012
Kamis, 18 Oktober 2012
Journey to the west: The Two Towel
sosok yang mingkin menurut semua orang dekat atau identik dengan sihir adalah nenek sihir. walaupun sekarang sudah mulai bergeser ke sekolah sihir, harry potter, atau hermione atau apa punyang ada di film fenomenal Harry Potter. seperti itu juga yang terjadi dengan nenek saya sosoknya mulai terganti oleh paman atau tante saya, semua terjadi karena jumlah THR yang diberikan sekarang sudah hampir sama. hehehe....
perkembangan teknologi juga mendukung pergeseran sosok nenek ini. bayangkan saja awalnya saya harus selalu pulang kampung kalo pengen dapet THR, tapi sekarang karena paman dan tante saya sudah mengenal yang namanya ATM, saya jadi bisa minta THR kapan saja. mungkin lebih cocok kalo disebut sebagai Pemberi Kesejahteraan Mahasiswa (PKM).
saat pertama bertemu dengan nenek bulan ini, saya langsung memeluk dan mengatakan "nenek Jakarta keras, harga-harga mahal, macet, banjir, kumuh ...MARI BENAHI JAKARTA" *nenek saya bukan gubernur, dan dia ga make kemeja kotak-kotak.... yang pasti saya langsung mengadu soal saya sering kesulitan di jakarta. ini menjadi senjata andalan saya supaya mendapat THR yang gede hehehe. selalu di tutup dengan "nenek saya belum punya ongkos pulang" dan dijawab dengan "emang ongkosnya berapa???" itu adalah kata-kata penyemangat dari nenek. setiap saya merasa lelah dan kempes *dompet... nenek selalu bertanya "masih ada uang kau?". setap kali mendengarnya saya selalu merasa hidup kembali....
saat sampai dirumah nenek, pertikaian antara sodara selalu terjadi. terutama mengenai tranparansi keuangan dan THR-Berkeadilan... hehehe. pertama sampai aja udah langsung ribut, ini diawali dengan perintah komandan tertinggi *dibaca BOKAP untuk segera mandi. kami langsung bersiap mandi. masalahnya kamar mandi hanya empat sedangkan banyak orang yang sedang pulang ke rumah nenek. alhasil kami berantem mulai dari rebutan kamar mandi sampai rebutan gebetan *ini g terjadi. masalah makin akut, terjadi ketidak seimbangan antara sumber daya pengering badan (handuk) dengan jumlah manusia. biasa lah masalah rutin orang berpergian, ada aja yang ketinggalan... tapi selalu aja ga lupa buat bawa masalah #heran saya....
nah giliran mandi saya yang pertama, soalnya saya ga lupa bawa handuk..... terus disaat yang bersamaan kakak kedua saya juga mandi, sama alasannya dia ga lupa bawa handuk... masalah terjadi klo saya dah keluar/ selese mandi. karna handuk cuma dua terpaksa adek2 saya dan kakak pertama (ga patut di contoh,*lupa bawa handuk juga) minjem handuk kami..... males banget klo habis mandi di pake mereka, tar tuh handuk jadi ga kering, terus jamuran, yang make ikut jamuran, terus saya kena jamur, terus di jauhi banyak gadis, terkena kanker kulit gara2 jamuran, terus mati muda... TIIIIIIIDDDDDDDAAAAAAAAAKKKKKKKKK.. ga lucu banget kalo masuk koran dengan judul gini.
" seorang mahasiswa universitas ternama di depok ditemukan mati mengenaskan, mati karena panu akut diseluruh tubuh" ga mecing banget gitu...
akhirnya terjadi lah perdebatan alot... soalnya kakak saya ga mau ke warung beli handuk.... katanya capek seharian nyetir... trus adek2 saya juga gitu... semua kekeh pada pandangan masing2... akhirnya muncul lah ide untuk membagi handuk yang cuma dua untuk berlima.... kakak aku dan adek terakhir ma aku, adek ke4 ma kakak kedua #KOK KAYAK CERITA SILAT YAH "baik kakak pertama, oke adik ketiga" hahahaha
karena merasa diberatkan saya menolak.... masak handuk saya bertiga, apalagi kakak pertama badannya cukup besar, jadi jelas handuk makin basah, karena makin banyak area yang di lap.... akhirnya saya bilang kalo saya cuma mau berbagi dengan adik terakhir, alasannya :
1. badannya kecil.. jadi tuh handuk ga bakal basah2 amat...
2. dia bakal nurut ma saya soalnya udah memberikan tabungan kebaikan kedia yang bisa di balas kalo saya minta.. hihihi
3. berkaitan dengan duit THR, biasanya penerima uang THR adalah adik kecil, soalnya kata tante dan om.... dia masih lucu, jadi enak diliat mukanya pas dikasih duit.. senengnya bikin teduh... klo kakak nya dah ketuaan, udah banyak makan asam garam kehidupan, jadi klo nerima THR tuh mukanya "ga bisa tambah lagi tante, banyak kebutuhan nih.... nah dengan begitu mandekati adik kecil akan mendapatkan keuntungan melimpah.... dengan bermodal skill teater, tinggal pasang muka melas terus bilang "kakak kan kuliah nya jauh.. di depok, jadi uangnya di bagi kekakak lebih gede yah.... soalnya di depok barang lebih mahal daripada di makassar." dan uang yang dibagi persenannya bakal lebih gede #begitulah trik yang terpikir.
tentu ide yang saya ungkapkan tidak disambut baik... tapi seperti pamerintah dan oposisi... saya dan koalisi berusaha untuk melawan partai oposisi, kalo diikutin ga ada abisnya... hehehe namun ternyata fakta berkata lain... untung tak bisa diraih, malang tak bisa dibendung.....uang yang seharusnya melewati tangan adik kecil, malah berakhir di tangan kakak pertama.
kebayang dong gimana riwehnya!!!!!!! semua rencana berantakan...
begini kronologinya....
koalisi terbentuk,,, penolakan terjadi..
semua tetep kekeh....
lebran terjadi...
tante ngasih duit kakak....
terus saya minta bagian paling gede, wajar berdasarkan kebutuhan...
kakak merasa sakit hati karena ditolak berkoalisi...
dia berkata "ga ada gede2an... semua rata, lo yang paling kecil... soalnya paling pelit"
adik kecil bilang " saya ga ikutan.. itu maren idenya dia" ...
dasar oportunis... giliran kalah malah melawan... SIIIIIAAAAALLLLLLL
itu lah akhir dari pertikaian ... karena besoknya saya pulang ke makassar ma kakak kedua, yang lain ke kandari... hehehe
perkembangan teknologi juga mendukung pergeseran sosok nenek ini. bayangkan saja awalnya saya harus selalu pulang kampung kalo pengen dapet THR, tapi sekarang karena paman dan tante saya sudah mengenal yang namanya ATM, saya jadi bisa minta THR kapan saja. mungkin lebih cocok kalo disebut sebagai Pemberi Kesejahteraan Mahasiswa (PKM).
saat pertama bertemu dengan nenek bulan ini, saya langsung memeluk dan mengatakan "nenek Jakarta keras, harga-harga mahal, macet, banjir, kumuh ...MARI BENAHI JAKARTA" *nenek saya bukan gubernur, dan dia ga make kemeja kotak-kotak.... yang pasti saya langsung mengadu soal saya sering kesulitan di jakarta. ini menjadi senjata andalan saya supaya mendapat THR yang gede hehehe. selalu di tutup dengan "nenek saya belum punya ongkos pulang" dan dijawab dengan "emang ongkosnya berapa???" itu adalah kata-kata penyemangat dari nenek. setiap saya merasa lelah dan kempes *dompet... nenek selalu bertanya "masih ada uang kau?". setap kali mendengarnya saya selalu merasa hidup kembali....
saat sampai dirumah nenek, pertikaian antara sodara selalu terjadi. terutama mengenai tranparansi keuangan dan THR-Berkeadilan... hehehe. pertama sampai aja udah langsung ribut, ini diawali dengan perintah komandan tertinggi *dibaca BOKAP untuk segera mandi. kami langsung bersiap mandi. masalahnya kamar mandi hanya empat sedangkan banyak orang yang sedang pulang ke rumah nenek. alhasil kami berantem mulai dari rebutan kamar mandi sampai rebutan gebetan *ini g terjadi. masalah makin akut, terjadi ketidak seimbangan antara sumber daya pengering badan (handuk) dengan jumlah manusia. biasa lah masalah rutin orang berpergian, ada aja yang ketinggalan... tapi selalu aja ga lupa buat bawa masalah #heran saya....
nah giliran mandi saya yang pertama, soalnya saya ga lupa bawa handuk..... terus disaat yang bersamaan kakak kedua saya juga mandi, sama alasannya dia ga lupa bawa handuk... masalah terjadi klo saya dah keluar/ selese mandi. karna handuk cuma dua terpaksa adek2 saya dan kakak pertama (ga patut di contoh,*lupa bawa handuk juga) minjem handuk kami..... males banget klo habis mandi di pake mereka, tar tuh handuk jadi ga kering, terus jamuran, yang make ikut jamuran, terus saya kena jamur, terus di jauhi banyak gadis, terkena kanker kulit gara2 jamuran, terus mati muda... TIIIIIIIDDDDDDDAAAAAAAAAKKKKKKKKK.. ga lucu banget kalo masuk koran dengan judul gini.
" seorang mahasiswa universitas ternama di depok ditemukan mati mengenaskan, mati karena panu akut diseluruh tubuh" ga mecing banget gitu...
akhirnya terjadi lah perdebatan alot... soalnya kakak saya ga mau ke warung beli handuk.... katanya capek seharian nyetir... trus adek2 saya juga gitu... semua kekeh pada pandangan masing2... akhirnya muncul lah ide untuk membagi handuk yang cuma dua untuk berlima.... kakak aku dan adek terakhir ma aku, adek ke4 ma kakak kedua #KOK KAYAK CERITA SILAT YAH "baik kakak pertama, oke adik ketiga" hahahaha
karena merasa diberatkan saya menolak.... masak handuk saya bertiga, apalagi kakak pertama badannya cukup besar, jadi jelas handuk makin basah, karena makin banyak area yang di lap.... akhirnya saya bilang kalo saya cuma mau berbagi dengan adik terakhir, alasannya :
1. badannya kecil.. jadi tuh handuk ga bakal basah2 amat...
2. dia bakal nurut ma saya soalnya udah memberikan tabungan kebaikan kedia yang bisa di balas kalo saya minta.. hihihi
3. berkaitan dengan duit THR, biasanya penerima uang THR adalah adik kecil, soalnya kata tante dan om.... dia masih lucu, jadi enak diliat mukanya pas dikasih duit.. senengnya bikin teduh... klo kakak nya dah ketuaan, udah banyak makan asam garam kehidupan, jadi klo nerima THR tuh mukanya "ga bisa tambah lagi tante, banyak kebutuhan nih.... nah dengan begitu mandekati adik kecil akan mendapatkan keuntungan melimpah.... dengan bermodal skill teater, tinggal pasang muka melas terus bilang "kakak kan kuliah nya jauh.. di depok, jadi uangnya di bagi kekakak lebih gede yah.... soalnya di depok barang lebih mahal daripada di makassar." dan uang yang dibagi persenannya bakal lebih gede #begitulah trik yang terpikir.
tentu ide yang saya ungkapkan tidak disambut baik... tapi seperti pamerintah dan oposisi... saya dan koalisi berusaha untuk melawan partai oposisi, kalo diikutin ga ada abisnya... hehehe namun ternyata fakta berkata lain... untung tak bisa diraih, malang tak bisa dibendung.....uang yang seharusnya melewati tangan adik kecil, malah berakhir di tangan kakak pertama.
kebayang dong gimana riwehnya!!!!!!! semua rencana berantakan...
begini kronologinya....
koalisi terbentuk,,, penolakan terjadi..
semua tetep kekeh....
lebran terjadi...
tante ngasih duit kakak....
terus saya minta bagian paling gede, wajar berdasarkan kebutuhan...
kakak merasa sakit hati karena ditolak berkoalisi...
dia berkata "ga ada gede2an... semua rata, lo yang paling kecil... soalnya paling pelit"
adik kecil bilang " saya ga ikutan.. itu maren idenya dia" ...
dasar oportunis... giliran kalah malah melawan... SIIIIIAAAAALLLLLLL
itu lah akhir dari pertikaian ... karena besoknya saya pulang ke makassar ma kakak kedua, yang lain ke kandari... hehehe
diantara pilihan
bimbang bukan pertanyaan
bimbang juga bukan jawaban...
bimbang bukan sikap...
apa lagi tindakan..
bimbang bukan masalah...
dan tidak menyelesaikan nya...
bimbang cuma situasi...
bimbang cuma perasaan..
muncul saat tidak ada pilihan...
ketika ada pilihan tapi tak bisa ditentukan...
saat yang lain menyerah...
dan hanya sendiri melawan semua....
bimbang tak berteman asa...
dia berteman takut ..
memupuk risau...
tidak membawa tekad...
tapi kita selalu bimbang...
selalu takut kalau akan sakit..
seandainya ada cara...
cuma bisa senyum saat bimbang...
cuma bisa ikhlas...
mampu berdiri padahal goyah...
tapi pasti ada akhir...
harus ada akhir...
atau terpaksa berakhir...
jadi tersenyum... dan siapkan untuk yang terburuk...
dan menangis lah... saat semua berakhir...
senang atau sedih, sambut dengan tangis...
karena habis itu akan ada yakin...
akan muncul berani, akan tumbuh tekad...
akan berjalan dengan mantap, walau terseok awalnya...
akan berdiri walau bersujud awalnya...
AKHIRI BIMBANG, dan semua akan terang...
bimbang juga bukan jawaban...
bimbang bukan sikap...
apa lagi tindakan..
bimbang bukan masalah...
dan tidak menyelesaikan nya...
bimbang cuma situasi...
bimbang cuma perasaan..
muncul saat tidak ada pilihan...
ketika ada pilihan tapi tak bisa ditentukan...
saat yang lain menyerah...
dan hanya sendiri melawan semua....
bimbang tak berteman asa...
dia berteman takut ..
memupuk risau...
tidak membawa tekad...
tapi kita selalu bimbang...
selalu takut kalau akan sakit..
seandainya ada cara...
cuma bisa senyum saat bimbang...
cuma bisa ikhlas...
mampu berdiri padahal goyah...
tapi pasti ada akhir...
harus ada akhir...
atau terpaksa berakhir...
jadi tersenyum... dan siapkan untuk yang terburuk...
dan menangis lah... saat semua berakhir...
senang atau sedih, sambut dengan tangis...
karena habis itu akan ada yakin...
akan muncul berani, akan tumbuh tekad...
akan berjalan dengan mantap, walau terseok awalnya...
akan berdiri walau bersujud awalnya...
AKHIRI BIMBANG, dan semua akan terang...
Langganan:
Komentar (Atom)